Loading...

Senin, 08 November 2010

Perbedaan seni tari zaman dahulu dengan zaman sekarang ( menurut pendapat saya )

Latar Belakang :

Kesenian merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan manusia dalam kehidupannya sehari – hari, manusia tidak bisa hidup tanpa seni, manusia melakukan suatu hal pasti mengandung seni, semua hal itu mengakibatkan manusia selalu ingin membuat karya yang lebih bagus dan agar tidak bosan dilihat. Seni merupakan keseharian manusia yang sudah lama di wariskan oleh nenek moyang kita, dan sampai sekarangpun masih ada dan masih diminati oleh banyak orang, Contohnya seni tari, seni tari memiliki banyak peran dalam kehidupan manusia, seperti untuk sarana hiburan dan sarana pemujaan terhadap Tuhan.

Seni Tari berasal dari kata Seni dan Tari ;
Seni  segala sesuatu yang mengandung unsur keindahan.
Tari  gerak anggota badan yang berirama dan indah.
Jadi, pengertian seni tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dengan bentuk – bentuk gerak yang ritmis dan indah yang mengandung nilai artistik.

Seni tari selalu mengalami perubahan, berarti seni tari bersifat dinamis artinya seni tari selalu berubah dan mengalami perubahan dan berkembang dari waktu ke waktu, yang bisa disebabkan oleh kemajuan teknologi, IPTEK, dan berkembangnya suatu pemerintahan di suatu Negara, yang mengakibatkan manusia dapat berpikir lebih ke depan karena ingin kemajuan yang lebih dari duhulu.
Seperti yang kita ketahui bersama Seni tari itu berkembang dari Seni tari pada Zaman dulu ( Zaman Prasejarah/Prmitif, Zaman kerajaan hindu, Zaman kerajaan islam, Zaman penjajahan), dan Zaman sekarang/ Modern.








Pembahasan :
Perbedaan seni tari pada zaman dahulu (kuno) dengan seni tari pada zaman sekarang (modern)

Seni Tari mengalami perubahan yang sangat menonjol dari zaman dahulu sampai pada zaman sekarang. Perbedaan seni tari pada zaman dahulu dengan seni tari zaman sekarang terletak pada ; gerak badan, perlengkapan yang digunakan, make-up, mimik penari, dan fungsi dari tari tersebut, yang dapat di uraikan sebagai berikut :
a. Gerak Badan
- Pada zaman dahulu ( kuno ), gerakan badan seperti tangan, kaki dan kepala dari penari tersebut masih sangat sederhana, tidak ada pakem – pakem atau aturan yang mengikat tari tersebut, seperti pada gerakan tangan, tidak begitu pas agemnya maksud saya adalah tangannya tidak serang mata dan serang susu, agemnya masih kurang ‘tekek’ serta gerakan mudranya masih sangat kental.
- Pada zaman sekarang ( modern ), gerakan badan seperti tangan, kaki, dan kepala dari penari tersebut sudah mengalami perubahan yang sangat pesat, sekarang sudah ada pakem – pakem atau aturan yang mengikat tari tersebut, seperti pada gerakan tangan, sudah sangat pas dan sangat indah sekali, agemnya sudah pas, sudah sangat ‘tekek’ sehingga dapat memukau orang – orang yang melihatnya.
b. Perlengkapan dan pakaian yang digunakan
- Pada zaman dahulu ( kuno ), perlengkapan yang digunakan masih sangat tradisional dan sederhana, hanya menggunakan gelung, dan pakaian yang seadanya dan ascesorisnya juga tidak begitu mewah, seperti pada pakaian rangda pada zaman dahulu masih menggunakan bulu ayam, dan pada tari kekebyaran pakaiannya dibawah susu.
- Pada zaman sekarang ( modern ), memang masih menggunakan gelung tapi hanya untuk beberapa tarian tertentu, seperti tari legong kraton,tari janger,tari manuk rawa,tari baris,dll, sedangkan tari yang tidak menggunakan gelung seperti tari gabor, tari panyembrahma, tari tenun, tari pendet dll, perlengkapan yang digunakan pun sangat mewah sekali, mulai dari bunga emas, subeng emas, gelang emas, dan masih banyak yang lainnya, sehingga memperindah penampilan dari penari tersebut.

c. Make – up ( tata rias )
- Pada zaman dahulu ( kuno ), make-up ( tata rias ) sangat sederhana dan masih menggunakan warna alami, seperti : warna putih menggunakan pamor, warna hitam menggunakan areng, warna kuning menggunakan kunyit.
- Pada zaman sekarang ( modern ), make-up ( tata rias ) yang digunakan sudah sangat bervariasi, banyak warna dan berbagai macam, seperti : lipstik untuk warna merah pada bibir, eyeshadow untuk warna pada kelopak mata sehingga mata terlihat lebih indah, eyeliner untuk warna pada mata bagian atas dan bawah digunakan untuk mempertegas mata dan masih banyak lagi make-up lainnya.
d. Mimik penari
- Pada zaman dahulu ( kuno ), mimik penari keluar dari hati dan dilakukan sesuai dengan yang ada di dalam pikirannya, tanpa diikat oleh apapun, raut wajahnya sangat jujur dan sangat lemah gemulai.
- Pada zaman sekarang ( modern ), mimik penari sudah mengalami perubahan yang sangat besar, raut wajahnya disesuaikan dengan irama gamelan dari tari yang ditarikan oleh penari tersebut, misalnya : apabila gamelannya keras maka raut wajah penari akan berubah menjadi keras dan gagah berani.
e. Fungsi Tari
- Pada zaman dahulu ( kuno ),seni tari pada zaman prasejarah biasanya digunakan sebagai tari upacara yang mana dalam upacara tersebut ada tujuan yang melatarbelakanginya, maka pada umumnya bersifat sakral, magis, dan dipengaruhi kepercayaan animisme dan dinamisme, pada zaman kerajaan hindu seni tari digunakan sebagai media penyembahan terhadap para Dewa, maka seni tari menjadi bagian yang sangat penting dalam upacara keagamaan.
- Pada zaman sekarang ( modern ), tari memang masih digunakan dalam suatu upacara keagamaan, tetapi lebih banyak seni tari pada zaman sekarang digunakan untuk hiburan dan memiliki banyak kreasi sehingga dapat memukau para penonton yang melihat tari tersebut.






Kesimpulan :
Dari pendapat saya di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut :
Seni tari zaman dahulu memiliki perbedaan yang sangat menonjol, mulai dari gerak badan, perlengkapan dan pakaian yang digunakan, make-up, mimik penari dan fungsi dari tari
tersebut yang dapat memperlihatkan perbedaan yang sangat signifikan dan perubahan dari tari tersebut juga membuat tarian itu menjadi lebih indah dan membuat orang yang menonton tarian tersebut menjadi sangat terpukau.

























Penutup :

Sekian pendapat dari kami tentang perbedaan tari pada zaman dahulu ( kuno ) dengan tari pada zaman sekarang ( modern ), semoga pendapat kami dapat diterima dan berguna bagi yang membacanya.





“Sekian dan Terima Kasih”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar